Cara Menghilangkan Ngantuk Bila Kurang Istirahat

Selasa, 18 Mei 2010

   Banyak yang menganggap bahwa rasa kantuk merupakan musuh bagi sebagian orang yang memiliki aktivitas yang padat. Dan apabila rasa kantuk tiba-tiba menyerang, rasanya tidak hanya akan merasa malas, akan tetapi juga akan menimbulkan sulitnya berkonsentrasi dalam mengerjakan sesuatu. Apalgi bagi kamu yang senang bergadang atau hang out dan pulang sampai pagi, sedangkan besok pagi kamu harus kerja, atau kuliah!!. Nah, kamu tidak perlu khawatir mengenai hal tersebut lagi. Kali ini whatzup.com akan membantu kamu untuk mengatasi rasa kantuk yang sering menyerang aktivitas kamu. Selamat mencoba!

1.      Tidur siang lebih cepat
Ada pendapat bahwa tidur kurang dari 30 menit di siang hari dapat membuat tubuh akan merasa lebih lelah lagi dibandingkan tidak tidur siang sama sekali. Padahal menurut para ahli di Harvard University berpendapat bahwa, tidur siang 1-1,5 jam di penghujung siang dapat membuat pikiran kamu merasa lebih jernih. Coba kamu curi-curi waktu atau kamu sisakan waktu luang disela-sela kamu beraktivitas untuk tidur sejenak.

2.      Berdiri tegak dan posturkan tubuh lebih baik.
Mungkin kamu mendengar sedikit aneh, tapi apabila kamu selalu memposturkan tubuh kamu dengan baik, entah dalam keadaan duduk ataupun berdiri dengan tegak kamu dapat menghemat tenaga kamu. Postur tubuh yang buruk akan melelahkan otot, ligament, dan sendi kamu harus bekerja lebih keras dibandingkan ketika tubuh lurus secara tepat. Dengan demikian tubuh kamu akan merasa lebih cepat merasa lelah juga akan menurunkan aliran darah dan oksigen ke otak sampai 30%.

3.      Kunyah Bubble gum
Coba kamu coba biasakan mengunyah sesuatu setiap dua jam sekali. Daripada kamu mengunyah makanan dan membuat tubuh kamu bengkak, coba kamu ganti dengan mengunyah permen karet. Apabila kamu mengunyah sesuatu kamu secara tidak langsung akan menguatkan otot kamu dan menstimulasi diri kamu agar tidak merasa ngantuk. Whatzup.com menyarankan kamu untuk memilih permen karet yang memiliki rasa mint agar kamu juga merasa lebih segar.

4.      Ngemil makanan sehat setiap dua jam sekali
Para ahli berpendapat apabila kamu membiasakan mengunyah makanan setiap dua jam sekali, akan membantu gula darah dalam tubuh kamu tetap stabil. Hasilnya, ladar energi akan tetap tinggi sepanjang hari. Coba kamu konsumsi snack atau makanan ringan yang tinggi protein dan jangan kamu konsumsi makanan yang memiliki kadar gula yang tinggi. Makanan bergula akan membangkitkan energi secara cepat tetapi akan menurunkannya dengan cepat pula sehingga dapat membuat tubuh kamu lebih lelah dibanding sebelumnya.

5.      Latihan Pernafasan
Menghela nafas dalam 30 detik, akan mengisi paru-paru dari atas sampai dasar. Sehigga dapat membantu tubuh kamu tetap terjada karena mengisi darah dengan oksigen.

6.      Self talk
Self talk merupakan salah satu cara untuk menimbulkan sugesti yang baik untuk diri kamu agar tetap berfikir positif. Program ini merupakan program pikiran bawah sadar yang dilakukan dengan cara self talk secara persisten. Self talk yang harus dilakukan adalah “Saya tidak akan tidur waktu bekerja” atau “Saya selalu terjaga dalam belajar!”. Coba kamu lakukan sesering mungkin dan se-intens mungkin sehingga pikiran tersebut benar-benar menjadi bagian dalam pikiran bawah sadar kamu. Bagian inilah yang nanti akan mengingatkan dengan keras saat kamu mulai merasa ngantuk. Sugesti ini juga yang akan “protes”  apabila kamu mulai terlena dengan rasa kantuk.

Setidaknya, tips diatas dapat membantu kamu mengusir rasa kantuk sesaat. Dan ingat!! Bukan berarti kamu tidak perlu lagi istirahat. Tubuh kamu bukan mesin yang terus-terusan dapat dinyalakan. So, selamat beraktivitas semua. 
Read More...

Tips Sehat Minum Kopi

Selasa, 04 Mei 2010

Buatku, teman terbaik mengaali  hari adalah kopi. Pada penderita hipertensi (tekanan darah tinggi -red) sering menanyakan tentang kebiasaan mereka minum kopi. Bukan hal yang mengejutkan kalau pada kenyataannya mereka rata-rata minum 5 cangkir kopi sehari! Lalu aku pun menyarankan mereka untuk meninggalkan kebiasaan minum kopi, padahal kopi dari Indonesia memiliki cita rasa yang tinggi dan digemari di seluruh dunia. Rugi? Nah, sebelum bergabung dengan kelompok orang yang tidak boleh minum kopi dan hanya bisa menelan ludah melihat orang lain mengecup si hitam manis ini, ada baiknya kita ketahui “7 Tips Sehat Minum Kopi” berikut:
Blog
 and Coffee
1. Dosis
Memang belum ada ukuran yang pasti untuk dosis kopi yang boleh dikonsumsi orang. Namun kebanyakan penelitian mengungkapkan bahwa minum 300 mg caffeine (sekitar 1 sampai 3 cangkir kopi sehari) tidak memberikan efek negative pada kebanyakan orang sehat.

2. Sinyal Bahaya

Ketika mereguk kopi memang terasa nikmat, namun sering kali diikuti dengan sejuta rasa bersalah. Kenali sinyal bahaya kopi sehingga kita tahu kapan harus berhenti minum kopi. Sinyal bahaya itu antara lain: gelisah, jantung berdebar, gangguan tidur dan gangguan mood (mis: cepat marah). Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat mengalami “caffeine withdrawal” yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, namun gejala ini akan hilang setelah 24-48 jam atau mendapat caffeine dosis baru.

3. Dengarkan Respon Tubuh

Setiap orang memiliki batasan sendiri mengenai konsumsi caffeine. Kebanyakan orang dapat mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari tanpa masalah. Namun ada pula yang mengalami efek buruknya dengan jumlah konsumsi kopi yang sama. Ada yang bercerita setelah minum secangkir kopi menjadi tak dapat tidur sepanjang malam, sebaliknya ada yang tertidur pulas setelah minum kopi. So, cara terbaik adalah dengarkan respon tubuh sendiri!

4. Kenali Kandungan Caffeine
Setelah mengetahui dosis dan respon tubuh, ada baiknya kita mengetahui kandungan caffeine dalam produk-produk yang sering kita konsumsi. Agar jangan sampai dosis kopi yang dianjurkan sudah tercapai, namun kita masih mengkonsumsi produk-produk lain yang mengandung caffeine sehingga merasakan efek buruk kopi. Beberapa produk lain yang perlu diperhatikan kandungan caffeine seperti misalnya : softdrink, permen kopi, teh, coklat, obat sakit kepala.
Cara pengolahan (roasting dan brewing) juga berpengaruh terhadap kandungan caffeine dalam kopi. Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan, secangkir kopi di Starbucks mengandung rata-rata 259 mg caffeine dibandingkan dengan kopi dengan jenis dan ukuran cangkir yang sama di Dunkin Donuts yang hanya mengandung 149 mg caffeine.
Dari penelitian lain, kopi decaf (kopi tanpa caffeine) baik untuk mereka yang mengalami obesitas karena dapat meningkatkan HDL (kolesterol “baik”) sekitar 50%. Sedangkan pada mereka yang tidak mengalami obesitas justru dapat menurunkan kolesterol HDL ini yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.

5. Coffee Mix

Lima milligram kalsium hilang untuk setiap 6 ons kopi yang dikonsumsi. Namun kehilangan kalsium ini dapat diatasi dengan menambahkan 2 sendok susu atau membuat espresso latte. Sedangkan campuran kopi dengan alkohol kurang baik terutama pada orang dengan gangguan hati dan campuran kopi dengan cream juga sebaiknya dihindari untuk mengurangi kalori yang berlebih. Caffeine juga berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Bagi yang sedang mengkonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
Banyak yang beranggapan teman terbaik kopi adalah rokok. Eits, jangan salah. Seorang peminum kopi sejati tidak merokok! Rokok dapat mengurangi nikmatnya ngopi lho…

6. Kelompok Anti-Kopi

Kelompok berikut disarankan untuk menghindari kopi: wanita hamil, anak-anak, orang tua, orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (mis: hipertensi). Nah, kalau sudah termasuk kelompok ini, lupakan kopi!

7. Check Up

Lakukan pemeriksaan berkala terhadap kesehatan, dalam hal ini adalah ukuran tekanan darah. Semakin dini hipertensi diketahui, akan semakin baik untuk penatalaksanaan selanjutnya. JNC VII mengklasifikasikan hipertensi sebagai berikut :
Klasifikasi
Sistolik (mmHg)
Diastolik (mmHg)
Normal
< 120
Dan
<80
Pre Hipertensi
120-139
Atau
80-89
Hipertensi stage 1
140-159
Atau
90-99
Hipertensi stage 2
> 160
Atau
Read More...