
Coffee Culture : Fakta yang Salah tentang Kopi
"Kelezatan secangkir kopi seringkali dinikmati dengan sejumput rasa bersalah. Alasannya, ada tudingan kopi tidak baik bagi kesehatan. Ah, benarkah? "
Agak berlebihan menyebut kopi sebagai minuman yang menstimulasi kecerdasan dan kejernihan berpikir manusia. Mereguk secangkir kopi bagi seorang Voltaire, filsuf dan politikus yang berperan penting dalam Revolusi Perancis yang menghabiskan 40 gelas kopi yang dicampur dengan coklat, membuat otaknya lancar berpikir sehingga bisa melancarkan ide demokrasi modern mengubah sejarah Prancis dan wajah dunia politik di seluruh dunia. Kopi juga dikonsumsi para sufi agar tidak mengantuk saat bermeditasi dan beribadah. Banyak pekerja kantoran memulai aktifitas bekerjanya dari secangkir kopi di pagi hari. Pola konsumsi kopi secara perlahan merubah kebiasaan masyarakat menjadi sebuah bagian dari GAYA HIDUP, ketika kaum urban mengadaptasi kebiasaan tersebut dalam sebuah aktifitas disebuah gerai kopi dimana kopi adalah teman yang baik saat membaca dan berdiskusi.
Sayangnya, banyak orang yang tak tahu bagaimana menikmati citarasa kopi yang sebenarnya. Pengetahuan yang kurang dan persepsi yang salah, membuat kopi dijadikan kambing hitam atas naiknya tingkat kematian yang diakibatkan kanker [hati] dan kolesterol. Pertengahan tahun 1970-an keluar hasil penelitian soal efek kopi pada kehamilan. Kala itu diungkap ada kaitan positif antara konsumsi 12 sampai dengan 24 cangkir kopi sehari dengan berbotol-botol minuman cola, dengan kecacatan lahir. Food and Drug Administration, semacam BP POM di Amerika Serikat bahkan mengeluarkan peringatan soal bahaya kafein pada janin.
Odi Anindito, seorang pecinta kopi sejati yang juga pemilik gerai brand Coffee Toffee. Pengalaman berbisnis kopi di Australia membawanya sukses membuka gerai kopi yang bahan baku hingga finishing lokal 100% made in Indonesia. kopi lokal Indonesia,
Siapa yang mempopulerkan kopi sebagai bagian dari gaya hidup?
Menakjubkan bila mengikuti perjalanan keliling dunia si emas hitam ini di masa lampau. Dari Ethiopia yang terkenal dengan jenis kopi terbaik di dunia, Arabica, melanglang buana ke Mocha, Yaman. Lantan di boyong ke tanah Jawa dan dikapalkan ke negeri Belanda. Lalu kopi dibawa lewat jalur ke Paris, dan di angkut ke kepulauan Karibia. Dari situ, kopi dikirim ke Brasil dan Meksiko. Tahun 1893, kopi melengkapi perjalanannya keliling dunia setelah melawat ke Tanzania.
Penikmat kopi pertama adalah orang-orang Arab di semenanjung Arab. Sebelum masuk dalam kategori minuman sedap, kopi dahulu digunakan sebagai obat. Setelah itu baru dinikmati sebagai minuman para sufi yang membutuhkan, supaya tidak mengantuk pada saat meditasi dan ibadah. Popularitasnya melebar ke jalan-jalan sampai akhirnya berdirilah warung-warung kopi.
Kebiasaan tersebut diadaptasi oleh orang-orang Eropa dimana kebiasaan menu sarapan berupa bir hangat, roti dan makanan-makanan yang sifatnya menghambat kerja otak, bergeser menjadi lebih ringan setelah mengenal kopi dan teh. Kandungan kafein dalam kopi membuat mereka lebih berenergi.
Beda Asal, Beda Rasa...
" Kelak ketika biji kopi itu dibakar dan mengeluarkan bau yang harum, ia akan menunjukkan identitasnya. Seperti halnya manusia, karakter kopi amat dipengaruhi oleh lingkungan ia tumbuh".
Odi mengatakan bahwa karakter yang tercermin dari rasa itu meneguhkan kopi sebagai produk yang sangat sensitif terhadap lingkungan dimana ia tumbuh. Rasa kopi dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitar, keadaan tanah, ketinggian dan iklim. Kopi asal Afrika dan Arab rasanya fruty dan penuh dengan aroma buah-buahan sesuai dengan lingkungan di Afrika yang penuh dengan tumbuhan dan buah-buahan. Kopi Indonesia itu kental dengan aroma tanah yang baru tersiram air hujan, tetapi ada juga yang sarat dengan keharuman herbal alias jamu. Kopi Amerika latin kaya dengan aroma kacang-kacangan, jeruk, coklat serta sedikit rasa spicy. Beberapa kopi terbaik Indonesia mulai dari jenis kopi Arabica Sumatera Lintong dan Mandailing yang terkenal, sumatera gayo, kopi luwak, dan jenis toraja dan Java Arabika.
Range cuaca yang kondusif untuk tanaman kopi adalah daerah tropis dengan musim hujannya satu atau dua kali setahun.
Odi menambahkan terdapat 3 kriteria enak sebuah kopi. Kualitas kopi ditentukan dari ketinggian tanah tempat tumbuhnya dan spesies tanamannya, ukuran biji dan proses pengolahannya. Terakhir, kopi ditentukan oleh rasa dan aromanya saat dituang ke dalam cangkir.
Bagaimana sebaiknya menyeduh kopi?
Banyak orang mengkonsumsi kopi instant untuk menikmati kopi yang praktis. Sebenarnya, instant coffee adalah salah satu cara terbaik untuk merusak aroma dan cita rasa dari biji kopi itu sendiri, ungkap lelaki yang memilih kopi yang digiling alias brewed coffee sebagai pilihannya. Bagi orang Indonesia, kopi tubruk dalam bentuk bubuk kopi halus paling cocok diseduh dengan air panas begitu saja dan biarkan ampasnya mengendap di dasar gelas.
Sedikit tips untuk menikmati kopi. Jangan membiarkan kopi tubruk lebih dari 5 menit. Beli biji kopi yang sudah dipanggang. Grind atau giling ketika diminum. Penting diperhatikan untuk tidak membiarkan kopi yang digiling disimpan lebih dari 7 hari, rasanya pasti sudah berkurang dan sudah tidak nikmat lagi. Kopi yang disajikan fresh jauh lebih nikmat dan beraroma.
Saat disinggung mengenai Coffee Toffee, bahan baku utama yang digunakan adalah biji kopi jenis Java Arabika dan Robusta yang terbaik dengan tingkat roasting 'Dark Roasted'. Sedangkan dari tingkat gilingan, biji kopi menggunakan tingkat gilingan 'coarse ground' atau gilingan kasar dengan ketebalan ±2mm. Untuk menghasilkan kualitas espresso yang baik, kami menggunakan mesin-mesin espresso pilihan. Dengan konsep mengedepankan kualitas tertinggi dari biji kopi di kelasnya, kemasan produk dan konsep bisnis yang tepat, membawa Coffe Toffee mendapatkan penghargaan ISMBEA 2008 yaitu sebuah penganugerahan dan apresiasi bagi pelaku UKM, yang dianggap mampu tumbuh menjadi teladan bagi para pengusaha muda. Odi mencoba mengembangkan konsep "coffee culture", sebuah cara yang benar bagaimana menikmati secangkir kopi Anda.
10 Fakta yang Salah tentang Kopi
1. Kopi Identik dengan Rokok
Ini adalah kesalahan yang pertama. Rokok dan Kopi memiliki aroma yang kuat. Bau asap rokok pasti akan merusak aroma dan rasa kopi. Kesegaran biji kopi berkurang gara-gara bau rokok.
2. Orang sangat frustasi menghadapi penyakit degeneratif yang penyebabnya multifaktoral, seperti penyakit jantung. Selain dinilai berbahaya untuk kehamilan, kopi dianggap bertanggung jawab atas terjadinya penyakit jantung, tekanan darah tinggi serta kanker paru-paru. Karena itu orang dengan mudah mengkambinghitamkan kopi.
3. Gara-gara kandungan kafein, kopi dikutuk dan dicampakkan ke dalam golongan minuman tidak sehat. Ketika tubuh mulai sakit-sakitan, kopi segera dienyahkan dari menu harian. Padahal tidak harus sebegitu ekstrimnya.
4. Dosa kopi ditemukan secara ilmiah. Zat alkaloid pahit dan tak berbau dalam kopi yang disebut kafein ditemukan oleh Dr. Philippe Sylvestre Duvour pada tahun 1685
5. Dari semenanjung Arab, haram hukumnya dan bisa dihukum mati apabila membawa biji kopi tanpa direbus atau di sangrai.
6. Mitos bahwa penggila kopi sedikit apatis atau kurang tertarik kepada lawan jenis.
7. Kopi menghilangkan kantuk dan mempercepat detak jantung serta meningkatkan kekhawatiran dan kegelisahan.
Efek kopi berbeda pada tiap orang. Sejumlah kecil orang malah tertidur nyenyak setelah minum kopi.
8. Kopi mengandung minyak terpenes yang tidak baik bagi kesehatan jantung. Para ahli menyarankan menyeduh kopi yang sudah disaring untuk menghilangkan minyak ini.
9. Kopi tubruk lebih baik dari kopi saring
Memutuskan minum kopi atau tidak bukan sesuatu yang mudah hanya menjawab ya dan tidak. Lebih baik kita menyaring gaya hidup yang lebih sehat, juga punya kebijaksanaan sendiri berapa banyak dan jenis kopi yang dikonsumsi. Kopi saring baik untuk kolesterol.
10. 100 gram mematikan
Mengkonsumsi kopi melebihi dosis mengakibatkan kekhawatiran kronis, gelisah, lekas marah bahkan mengalami kebingungan mental. Padahal kafein bukan hanya berasal dari kopi. Cola, permen coklat batangan, pil obat sakit kepala adalah pemicu kafein juga.
2 komentar:
Bagus Mas! Tulisan yang cerdas, menambah khazanah per-kopian kami. Hehehehehe..Berasa membaca filosofi kopi ditemani secangkir kopi Bam's Perfecto, seolah-olah berada di Starbuck...hmmmm...Inspiring! (jadi pingin ngopi.com).hhehehee..
Ha ha ha ha ha iya nih... Bam's Never Perfecto nya belum sempat kirim ke Pandaan.... ntar pasti aku bawakan. Tapi Khas Bam's : Black Coffe
Posting Komentar