Percayalah

Jumat, 12 Maret 2010

Percayalah sebenarnya kemampuanmu mengalirkan hidup ini, semampu diriku mengitari hari. Kekuatanmu tuk jejakkan kaki ke bumi, tak kuragukan lagi. Seperti saat kamu menghardik berandal-berandal cengeng yang bisanya hanya minta-minta. Jagoan Neon, biasa ku panggil dirimu  dan kaupun jengah berlalu. 

Sore itu kau tumpahkan segala rasa, seperti kulihat air bah yang berputar di sudut mata. Kau hanya bicara 5 menit tapi tangismu mendengung sepanjang sisa hari ku. Kau protes karena hidup gak adil, gak proporsional dengan keadaan. Trus apa maumu kutanya, aku mau lebih…  aku ingin miliki dunia seisinya. Hi hi hi aku hanya tertawa.. dan kau merajuk manja. Bukan.. bukan karena tawaku… tapi lebih pada apa yang kamu mau. 

Seisi hati ini tlah mengerti sudut mana yang belum kau jamah, percayalah semua rencana pasti ada ujungnya. Seperti juga ujarmu sebelum kau rebahkan kepala dipundak ku. “isi kepalaku adalah dunia, tanpa warna, tanpa suara. Tapi aku yakin bila terurai nanti pasti kan indah jadinya”

Percayalah sebenarnya hidup hanyalah detik yang berputar kini. Selain itu........... adalah harapan yang sukar diterka

(By : Bambang Pinuji)


0 komentar:

Posting Komentar